Tentang internet marketing, saat ini sudah mulai banyak orang yang paham bahwa internet bisa dijadikan media bisnis dan media marketing. Bila kita memiliki produk yang mau dijual, kita bisa mempromosikannya di internet sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Beragam cara yang bisa kita lakukan untuk memasarkan produk mulai dari membangun situs, membangun list-building, promosi gratis lewat facebook twitter, mengiklankan di google atau facebook, dan sebagainya.

Bila kita tidak memiliki produk atau jasa, kita bisa mempromosikan produk dan jasa orang lain. Banyak pemilik produk di internet yang mencari agen-agen promosi yang kemudian nanti akan mendapat komisi bila berhasil mendatangkan pembeli. Sistem ini di dunia internet marketing dinamakan affiliate. Atau kita bekerja sama dengan produsen produk untuk memasarkan produknya, nanti kita tentukan harga sendiri sesuai keuntungan yang kita target, begitu ada orang yang membeli dan mentransfer uangnya ke kita maka baru kita membeli produk itu di produsennya untuk dikirimkan ke pembeli kita. Nah, cara ini diistilahkan dropship atau reseller.

Selain itu bila kita mempunyai keahlian tertentu, kita bisa tawarkan jasa kita ke orang lain baik itu secara pribadi atau lewat situs lain yang khusus mempertemukan pencari jasa dan pemiliki jasa. Tidak hanya jasa, situs yang mempertemukan pemilik produk dan pencari produk juga ada. Produk dan jasa yang ada sekarang ini jumlahnya sangat sangat banyak, kita bebas memilih mana yang cocok bagi kita dari segi hobby, pendidikan, pengetahuan, dan pertimbangan lainnya. Kita akan menemui kenyataan bahwa ternyata apa saja bisa dijual di internet.

Terus bagaimana jual belinya? Jual beli pastinya identik dengan uang. Bagaimana kita bisa memperoleh uangnya? Orang yang membeli akan mentransfer uang lewat rekening bank sesuai yang ditunjukkan oleh penjual. Penjual kemudian mengecek dan bila benar ada uang yang masuk, maka penjual akan mengirim produk ke pembeli dengan bantuan jasa kantor pos, TIKI, atau JNE. Itu kalau di Indonesia. Bila transaksi melibatkan negara lain, maka diperlukan kartu kredit untuk membayar. Jika tidak memiliki kartu kredit, kita disarankan membuat akun paypal yang merupakan rekening virtual di internet dan bermata uang dollar. Bagaimana mengisinya akun paypal? Kita bisa membelinya di orang yang akun paypalnya terisi dollar untuk dikirim ke akun paypal kita, kita membelinya dengan mentransfer uang rupiah ke rekening orang itu. Kalau bingung, browsing saja di google dan banyak berteman dengan penggiat internet marketing di facebook.

Pokoknya ada banyak sekali caranya. Begitu menyelam ke dunia internet marketing, banyak hal-hal baru yang akan kita temui dan itu membuat kita tercengang, betapa canggihnya dunia saat ini.

Bagi yang serius dan mau langsung belajar lebih sistematis tentang dunia internet marketing atau disebut juga bisnis online, saya sarankan belajar dengan Mbak Dita Nadia. Mbak Dita membuka kelas internet marketing yang untuk masuk sebagai anggota kita mesti bayar 597 ribu rupiah. Mahal? Itu cuma sekali bayar dan tidak ada pembayaran setelahnya dan setiap bulan ada seminar gratis lewat internet khusus untuk anggota yang akan membahas teknik-teknik baru yang berpotensi menambah penghasilan.. Sekedar info, saya dulu waktu mulai belajar internet marketing saya ikut kelas berbayar di tempat lain yang setahunnya bayar 1,75 juta!! Tapi saya tidak mempermasalahkan uang itu, saya malah bersyukur ada yang mau membuka kelas internet marketing. Itu sangat membantu bagi saya.

Itu kalau anda mau cepat mengetahui ilmunya, kalau mau cari ilmu secara gratis juga bisa dengan bergabung di forum-forum dan membaca artikel-artikel lewat google. Tapi dengan cara seperti itu, kita malah bingung bagaimana menggabungkannya dan memulainya. Kita juga tidak mengetahui dan membedakan mana yang untuk pemula dan mana yang sudah ahli, hingga akhirnya kita mulai berpikir internet marketing itu susah. Akhirnya buang-buang waktu kan? Maka dari itu biarpun keluar uang lumayan, tapi kita terarah langkahnya, bisa mulai lebih cepat dan juga bisa memperoleh uang lebih cepat. Selain keunggulan itu, kita juga berhak mendapat jawaban bila kita bertanya, jangan kuatir Mbak Dita juga sangat aktif di group facebook khusus anggota kelasnya, jadi, tunggu apa lagi? Buruan aja..

Klik di sini untuk tahu lebih lanjut.

Posted on 19:01 by 100% asli

Utang itu ibarat air laut yang jika diminum akan membuat kita semakin haus. Utang akan tetap menjadi utang yang harus anda kembalikan bagaimanapun kondisi hidup anda. Utang pun tidak lekang oleh waktu malah bisa mengakar dan bertambah besar. Nah, sebelum mengambil keputusan untuk berutang, kita terlebih dahulu harus mengetahui cara bijak menggunakan utang.

Sekali anda mengutang, maka ada potensi utang kedua, ketiga, dan seterusnya akan mengikuti. Bila kita berutang untuk pertama kali dan tidak mampu mengembalikannya, maka kemungkinan besar kita akan memilih untuk mencari utang kedua, dan seterusnya. Oleh karena mendapatkan utangan lumayan mudah, maka kita mungkin akan merasa santai, merasa tenang-tenang saja. Kalau tidak bisa bayar kan masih bisa ngutang lagi.

Saya pernah mengikuti pelatihan kerja di mana saat itu dipaparkan tentang kebijakan perusahaan dalam menggulirkan dana lunak ke UKM sekitarnya. Pembicara selaku wakil perusahaan itu mengatakan bahwa dari semua pinjaman lunak yang digulirkan ke UKM hanya setengahnya saja yang bisa mengembalikan angsuran secara tepat waktu.  Malah, tidak sedikit yang di tengah jalan angsurannya menggantung alias terkatung-katung atau dengan kata lain si peminjam kredit lunak tersebut mengalami kebangkrutan. Masalah itu muncul menurut saya karena si terutang tidak bijak dalam mengelola pinjaman yang diberikan.

Utang, apa pun peruntukannya harus dipertanggungjawabkan. Meminjam uang kepada orang lain harus dengan pemikiran matang agar tidak menimbulkan kesulitan yang lebih besar. Apabila utang untuk keperluan pribadi, maka harus dipikir matang apakah memang keperluan pribadi itu harus dipenuhi dan tidak bisa ditunda atau hanya keinginan sesaat karena tergiur promosi, atau tidak mau dianggap ketinggalan dari teman-teman pergaulan. Selain itu, harus dipertimbangkan juga mengenai bagaimana nanti cara mengembalikannya, pakai uang dari mana. Apakah utang dibayar dengan uang dari gaji suami, dari bisnis sendiri kalau ada, menunggu piutang yang belum terbayar, belanja bulanan yang disisihkan, atau sumber lain.

Bila utang akan dipakai sebagai dana usaha, maka hitung-hitungannya harus benar dan tidak gegabah seperti perkiraan untung untuk membayar angsuran, apakah bisnis bisa bertahan lama setidaknya sampai angsuran utang selesai, apakah bisnis menjanjikan untuk jangka panjang, dan pertimbangan lain. Utang untuk bisnis harus dipikirkan dengan sangat matang karena pasti menyangkut uang dalam jumlah besar. Memang benar keuntungan dari bisnis yang berhasil akan besar jumlahnya, tapi bila rugi, yang ditanggung juga besar dan bisa jadi menghisap harta kita yang lain untuk membayarnya seperti rumah disita, perhiasan dijual, kendaraan disita, dan sebagainya.

Mengingat dampak yang tidak kecil dari berutang, maka kita harus berpikir secara matang dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru. Siapa tahu dengan mendiamkan ide bisnis atau niat untuk berutang, ada ide lain atau bisnis lain yang dianggap lebih aman dari segi modal dan lebih cerah prospeknya. Siapa tahu dengan menahan keinginan berutang karena keingina pribadi, bisa muncul ide baru yang bisa mengganti keinginan sebelumnya dengan biaya yang lebih rendah seperti meminjam punya teman (atau rental) sehingga tidak perlu sampai membeli baru.

Utang harus tetap dianggap serius walaupun ada utang yang tidak memiliki bunganya. Jangan merasa tenang bila utang belum terbayarkan. Pastikan anda punya rencana yang matang untuk bisa mengembalikan utang secepatnya. Dan terakhir, utang jangan sampai menjadi urusan yang berlarut-larut yang akibatnya membuat  hidup kita menjadi tidak tenang dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, pertimbangkan benar-benar sebelum memutuskan untuk mengambil utang.

Posted on 15:51 by 100% asli

Kita semua pasti sudah sangat paham bahwa terampil dalam manajemen waktu sangat diperlukan dalam meraih kesuksesan. Tapi, seringkali tanpa kita sadar kita terjebak dalam penerapan manajemen waktu yang tidak benar seperti dengan bersemangat langsung menyusun jadual kegiatan secara terperinci bahkan lengkap dengan alokasi waktu dan batasannya.

Yang harus ditekankan di sini adalah manajemen waktu tidak bisa berhasil bila kita tidak terlebih dahulu mengubah kebiasaan dan pola pikir kita. Jika kita hanya tergoda untuk menertibkan seabreg kegiatan atau kesibukan tanpa benar-benar siap apalagi merasa membutuhkannya, bisa jadi stress yang kita alami.

Contoh, saya sering menemui diri saya hanya terjebak dalam aktivitas membuat jadual kegiatan sendiri dan besoknya entah kenapa saya kembali lagi ke kebiasaan semula dan lupa dengan aturan yang saya buat sebelumnya. Akhirnya, bisa ditebak bahwa saya hanya menghabiskan waktu, hanya membuat saya stress sendiri dan akhirnya muncul krisis kepercayaan terhadap diri sendiri. Malah jadi gawat kan?

Nah, berkaca dari pengalaman itu, saya berikan tips jitu manajemen waktu untuk meraih sukses yang mungkin belum pernah ditemui di buku teks yaitu:

1. Kenali dulu diri kita, benarkah diri kita benar-benar membutuhkan manajemen waktu atau tidak. Jika tidak, lebih baik jalani saja dulu kesenangan kita sambil menunggu kita bosan dengan sendirinya. Jika sudah bosan, barulah kita pikirkan manajemen waktu itu sebagai solusinya.

2. Orang yang mau maju pasti sangat menginginkan efektifitas waktu agar bisa memberikan kemajuan bagi dirinya. Tapi, jangan terjebak dengan serta merta memberikan batasan-batasan ekstrim karena secara naluriah hati kita mungkin tidak menginginkannya. Buatlah manajemen waktu secara bertahap biarkan seluruh jiwa raga kita menikmatinya dan secara bertahap menginginkannya.

3. Tidak usah terburu-buru, santai saja. Biarkan kesibukan kita atau tekanan dari luar yang memaksa kita untuk sadar akan pentingnya manajemen waktu. Jika kita terburu-buru menginginkan perubahan signifikan dalam waktu singkat, menurut saya bakalan sekadar panas-panas kotoran ayam saja.

4. Bila saatnya kita telah sadar dan mulai menyusun manajemen waktu, saya sarankan percaya pada diri sendiri. Kita yang mengetahui diri kita sendiri berdasarkan pengalaman yang telah kita lalui. Mana yang harus didahulukan, mana yang harus diprioritaskan, mana yang harus secepatnya dikerjakan, dan mana yang harus dihilangkan sama sekali.

Memang benar waktu adalah uang. Tapi semua punya aturan main, terutama bagaimana mengatur diri sendiri agar bisa berproses menuju seperti yang diinginkan. Tentu saja akan lebih baik bila secepatnya kita bisa mahir dalam manajemen waktu agar cepat pula terasa manfaatnya.

Saya punya logika sendiri untuk memaknai istilah ‘waktu adalah uang’, yakni manakah yang mempunyai banyak uang, pebisnis yang sukses di usia 45 tahun atau pebisnis yang sukses di usia 31 tahun? Jika kita menunggu usia 45 tahun untuk sukses padahal di usia 31 tahun sudah bisa, itu berarti kita telah menyia-nyiakan uang sebanyak 14 tahun!

Tinggal kalikan penghasilan anda per bulan dengan 12 bulan kali 14 tahun. Angka yang pastinya sangat besar, yang tidak pernah kita sadari dan pikirkan sebelumnya kan? Itulah pentingnya manajemen waktu, kawan!

Posted on 05:43 by 100% asli

Sejak dulu saya sudah tidak begitu senang dengan obat-obatan. Saya tidak mengerti mengapa ada sebagian orang yang begitu mudahnya mengkonsumsi obat begitu keluhan ringan terjadi pada dirinya. Hingga akhirnya saya tahu istilah obat analgesik, yakni obat yang hanya berfungsi untuk menghilangkan gejala nyeri dan tidak bertujuan untuk menyembuhkan keluhan itu sendiri, jadi begitu efek obat habis, nyeri yang ada akan terasa kembali. Begitu tahu ada obat dengan tujuan seperti itu, saya jadi berusaha untuk bertahan menahan nyeri selama masih bisa melakukan aktivitas dan tidak membuat terkapar di tempat tidur.

Bukannya kenapa-kenapa, obat-obatan itu adalah  komposisi farmasi yang mengandung zat kimia dengan komposisi tertentu untuk tujuan yang berbeda-beda. Sementara kita tidak tahu betul kondisi tubuh kita seperti apa, alergi dengan apa, kondisi organ tubuh kita, kondisi darah kita, juga komposisi obat itu apa saja. Yah, bisa jadi ada yang saling bertolak belakang dan mengganggu keseimbangan tubuh yang lain. Tapi, ini jangan diartikan anti-obat ya, artikanlah sebagai langkah untuk bersikap biasa saja terhadap obat-obatan, kalau sudah merasa saatnya harus minum obat, ya minumlah. Juga bila meminum obat adalah bagian dari penyembuhan luka, maka itu wajib.

Bila muncul keluhan misal sakit kepala, nyeri di telinga, sendi ngilu, cepat capek, mudah mengantuk, kulit alergi, dan lain sebagainya, usahakan jangan jadikan obat sebagai hanya satu-satunya solusi. Untuk kondisi darurat boleh-boleh saja, tapi jangan dibiasakan. Saran saya, ingatlah apa yang telah kita makan dari kemarin hingga hari ini, jumlahnya, jenisnya, segar tidaknya, nilai gizinya, dan lain-lain. Di samping cuaca, istirahat, dan sanitasi sekitar.

Setiap orang mungkin berbeda-beda dalam hal alergi, ada yang alergi telur, alergi kacang-kacangan, alergi daging ikan tertentu, dan lain-lain. Dan bisa jadi dulu-dulunya kita tidak pernah alergi, bisa jadi kita tiba-tiba alergi (ini teori saya sih), karena hormon kita bisa jadi mengalami penambahan atau pengurangan karena faktor usia. Untuk lebih banyak tahu akan informasi kesehatan jenis makanan tertentu, kita bisa mencarinya di buku-buku kesehatan hingga browsing via google.

Satu contoh, memakan makanan dalam jumlah banyak memiliki banyak efek negatif walaupun dari segi gizi bagus. Makan dalam porsi jumbo akan membuat kita cepat mengantuk, malas, dan bisa berakhir dengan tidak enak badan dan tidak enak di perut. Jumlah yang banyak juga akan membuat kandungan zat tertentu dalam darah meningkat drastis sehingga membuat produksi hormon berlebihan dan mempengaruhi sistem yang lain. Porsi yang banyak akan tambah parah bila lauk yang kita makan bercampur dengan lauk lain yang tidak pas, misal lauk laut dan lauk darat sebaiknya dihindari dalam sekali makan.

Masih banyak contoh lain yang bisa dipaparkan, tapi cukup segini dulu.. Di atas hanyalah pengalaman pribadi saja, kalau ada yang salah mohon dikoreksi. Kalau tidak percaya, jangan memaksa diri untuk percaya, biasakan punya banyak sumber untuk menarik kesimpulan. Salam.

Posted on 06:37 by 100% asli

Memilih untuk menjadi karyawan atau pengusaha adalah sah-sah saja dan tidak ada yang salah dengan keduanya. Kita bebas memilih usaha apa yang sesuai dengan jiwa kita untuk mendapatkan uang yang bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk mengikuti kesesuaian dengan karakternya, banyak orang yang akhirnya berhenti sebagai karyawan dan beralih menekuni bisnis, namun ada juga yang karena bisnis tidak lancar akhirnya memutuskan untuk kembali menjadi karyawan. Tapi, dari semuanya saya lebih salut lagi bila ada orang yang bisa menjalankan dua-duanya yakni karyawan sekaligus pengusaha disebabkan terampil dalam membagi waktu dan pikirannya.

Untuk pembahasan kali ini saya akan mengulas lebih jauh mengenai peralihan dari karyawan menjadi pengusaha, seperti yang saya alami sekarang. Ini juga nantinya sebagai bahan motivasi untuk saya sendiri agar tetap semangat menjalani pilihan ini.

Keseharian karyawan jauh berbeda dengan keseharian pengusaha. Karyawan sudah disediakan pekerjaan yang terjadual dan rutinitas yang tidak semua orang senang menjalaninya. Namun karena pertimbangan bahwa pekerjaan itu adalah satu-satunya sumber nafkah, maka pikiran-pikiran yang destruktif ditepikan jauh-jauh agar tidak menambah beban dan tidak mengurangi motivasi. Kelebihan sebagai karyawan adalah pemasukan yang selalu ada setiap bulan, sehingga perencanaan bisa diplot hingga beberapa tahun ke depan termasuk pengadaan cicilan rumah, cicilan kendaraan, alat rumah tangga, asuransi, dan lain-lain.

Menjadi pengusaha juga pilihan yang punya aspek positif. Pengusaha lebih kepada kebebasan bertindak dan mengatur waktu. Banyak orang mengaitkan pengusaha dengan materi yang melimpah, dan itu benar adanya meskipun tidak semua. Sebenarnya dalam hal keuangan pengusaha lebih tidak stabil dibandingkan karyawan, namun ketidakstabilan itu memiliki range yang jauh lebih lebar, yakni sekali untung langsung untung besar, kalau rugi ya rugi besar juga. Ketidakstabilan ini mungkin yang menyebabkan banyak pengusaha yang tetap menginginkan anaknya menjadi karyawan saja di BUMN atau PNS.

Bagi yang suka tantangan dan tidak suka hidup monoton, lebih baik memilih jalur pengusaha. Mungkin saya termasuk kategori ini. Memang aneh bagi sebagian orang tatkala kita meninggalkan pekerjaan yang bergaji lumayan besar untuk mengejar sesuatu yang tidak tahu apakah nantinya akan mendapatkan pendapatan yang sama besar atau tidak. Tapi, tantangan seperti itulah yang bikin hidup lebih hidup. Dengan ketidakpastian, kita lebih banyak berpikir tentang bagaimana menaklukkan hidup ini, bagaimana melakukan yang benar, yang nantinya akan bermuara kepada Tuhan selaku pengatur rejeki.

Setiap hal mempunyai proses termasuk dalam berbisnis. Kita tidak bisa begitu saja mendapatkan jalan pintas untuk berhasil, yang pasti biarpun pelan tapi pasti arahnya. Setiap usaha itu apa pun bentuknya membutuhkan keteguhan hati untuk mau terus berjuang. Di awal-awal pasti kita temui banyak hambatan dari dalam dan luar diri kita. Dan bila semuanya telah kita lewati maka yakinlah akan muncul petunjuk yang akan membuat kita melaju dengan cepat. Yakin saja, Allah pasti memberikan jalan bagi hamba-Nya yang mau berusaha.

..Mimpi itu hanya akan tetap jadi mimpi bila..
..kita tidak berbuat sesuatu untuk merealisasaikannya..

Posted on 05:26 by 100% asli