Terkesan klise mendengar seruan di atas, apalagi kita sering mendengar pesan orang di sekeliling kita untuk 'jangan banyak bermimpi'. Mereka wajar berkata seperti itu karena khawatir kita terlalu jauh dari kenyataan sehingga bisa mengakibatkan gangguan jiwa. Mereka  melihat kenyataan bahwa tidak sedikit orang yang akhirnya masuk rumah sakit  karena gangguan jiwa yang dialaminya.

Apakah itu berhubungan langsung? Bisa jadi iya bisa jadi tidak. Bisa jadi kalau kita bermimpinya kelewatan batas dan tidak dilandasi oleh kapasitas dan kompetensi yang kita miliki. Bila kita tidak mengenal diri kita dari segi positif dan negatif-nya maka mimpi kita patut disangsikan. Seseorang yang tahu potensi apa yang dimilikinya, maka mimpi yang mereka munculkan di benak mereka akan menjadi cambuk bagi dirinya untuk terus melaju dan tetap berusaha hingga mimpinya terwujud.

Apa yang saya tulis di sini bukan omong kosong loh ya. Tidak percaya? Percaya deh... (maksa banget euy!). Lihatlah di buku-buku yang mengulas orang sukses atau ditulis oleh orang sukses, hal pertama yang disarankan di halaman pertama lagi adalah 'bermimpilah!'. Apa sebabnya? Karena mimpi itu adalah bayangan masa depan yang kita inginkan. Mimpilah yang memberi kita panduan tentang apa saja yang kita persiapkan dan lakukan untuk meraih yang kita bayangkan tersebut. Setuju?
---
Blog yang teman baca ini telah disetting dofollow agar comment yang teman tulis di sini bisa backlink ke blog teman-teman.
---